Senin, 16 Mei 2011

KORSAPALA BPK RI - MENJAGA KEUANGAN NEGARA DAN ALAM RAYA


Gede lagi...Gede lagi dah......harusnya ini nama blog dirubah jadi Gunung Gede - My Adventure...wkkk...

Rasa-rasanya rekan-rekan pembaca sekalian akan bosan mendengar cerita tentang gunung Gede dari blog ini...tapi apa mau dikata....ternyata aku cukup sering berkunjung ke gunung yang satu ini.....

Selalu ada hal istimewa yang bisa didapat setiap kali pendakian dilakukan, walaupun gunung itu telah didaki berulang kali. Kali ini,  hal istimewa itu adalah:
  1. Ini adalah awal mula pendirian dan pendakian pertama KORSAPALA BPK RI (Komunitas Pemeriksa Pecinta Alam), sebuah komunitas pecinta alam pertama yang didirikan di suatu Lembaga Negara. Pendakian kali ini pun, salah satunya, bertujuan untuk melaksanakan upacara pendirian KORSAPALA.
  2. Ini adalah pendakian dengan jumlah peserta terbanyak yang pernah ku koordinir, 36 orang...wow.....20 orang di antaranya adalah pegawai BPK yang kemudian menjadi pendiri KORSAPALA.
So, here we go................

29 April 2011
Seperti biasa, pemberangkatan peserta dilakukan jumat malam, saat di mana para peserta yang kebanyakan telah bekerja selesai menunaikan tugasnya. Seperti sebelum-sebelumnya, pendakian kami lakukan melalui jalur Gunung Putri. Kami menyewa sebuah truk tentara agar lebih mudah karena jumlah peserta yang cukup besar. Harga sewa truk adalah Rp2.100.000,00 antar jemput belum termasuk biaya tol.

Titik awal pemberangkatan peserta dibagi ke dalam dua titik: Kantor BPK dan Cawang UKI.  Sebagian besar berangkat dari Kantor BPK, aku dan 10 kawan lain menunggu di halte Cawang UKI karena masih harus kuliah atau sekedar berbisnis.

Suasana briefing di kantor BPK

Perjalanan malam itu lancar walau sempat diguyur hujan deras. Syukurlah, truk yang kami sewa memiliki atap yang cukup baik. Truk kami berhenti kira-kira 1 km dari terminal Gunung putri karena kabarnya jalannya tidak cukup lebar buat truk hingga ke atas, kami pun terpaksa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki malam itu, lumayan lah buat pemanasan. 

Sesampainya di basecamp Gunung putri, kami segera booking tempat untuk istirahat. Tempatnya lumayan luas, cukup menampung 20an orang. 

30 April 2011
Udara dingin khas pegunungan semakin menusuk ketika adzan subuh berkumandang. Peserta yang beragama Islam pun bergegas menunaikan kewajibannya. Ada sebuah masjid yang cukup luas di sana. Fasilitas standarnya juga cukup baik, ada toilet dan tempat wudlu yang cukup terawat.



Jarum jam menunjukkan pukul 06.00 ketika kami mulai sarapan dan memesan bekal makan siang. Packing pun dilakukan lagi sebelum memulai perjalanan (banyak peserta yang bongkar muatan di malam hari @_@).



Kira-kira sejam kemudian kami mulai pendakian menuju pos perizinan. Trek yang dilalui tidak terlalu terjal diiringi dengan ladang penduduk di kiri kanannya.




Di pos perizinan kami mengurus administrasi pendakian, sial bagi kami karena harus membayar "upeti" Rp150.000,00 karena membawa peserta yang namanya tidak tercantum dalam SIMAKSI. But, seperti jargon dalam film India (lupa judulnya): all is well...setelah sedikit adu argumen dengan penjaga pos yang ternyata lebih menuntut kami untuk mengalah agar tidak makin berbelit-belit, akhirnya kami diizinkan muncak dengan terlebih dahulu meninggalkan KTP peserta-peserta "ilegal".



Pengurusan administrasi di gunung Gede-Pangrango termasuk ribet, karena selain mendaftar online, kita juga harus mengambil SIMAKSI secara langsung ke TNGP di Cibodas. Cukup merepotkan, namun cukup bernilai mengingat hal itu dilakukan untuk menjaga keselamatan lingkungan dan pendaki.

Briefing dan berdoa bersama

Seperti biasa, sebelum muncak kami briefing singkat dan berdoa bersama. Peserta kami bagi menjadi 5 kelompok. 2 tim cowok, 1 tim cewek, 1 tim sweeper, dan 1 tim sweeper ceria (begitulah mereka menamakan diri..hahahaha...). Aku masuk dalam tim sweeper.



Pendakian yang kami lakukan termasuk lambat, mungkin karena jumlah peserta yang cukup besar dan stamina sebagian peserta yang tidak cukup bagus (bahkan ada yang muntah sodare2.......etdah..). Delapan jam, itulah waktu yang kami butuhkan untuk menaklukkan trek Gunung Putri hingga ke Alun-alun surya Kencana. Berangkat dari pos perizinan kira-kira pukul 09.00 dan tiba pukul 17.00 di camping ground Surya Kencana.



Tak perlu lagi saya menceritakan bagaimana trek di jalur gunung Putri karena sudah pernah diposting sebelumnya di Gede yang pertama.


Rasanya baru kali ini aku merasakan penderitaan tim sweeper. Sebelumnya, rata-rata aku jadi tim advance atau di tengah-tengah lah. Jadi sweeper, walaupun paling akhir posisinya, tapi menuntut stamina yang jauh lebih besar dan stabil bila dibandingkan dengan tim lainnya. Perkiraanku, mungkin karena kita harus menyesuaikan kecepatan kita dengan peserta yang paling lambat. Akibatnya, ketahanan fisik langsung menurun drastis. 

Kira-kira 1-5 jam pertama aku masih tahan ikut tim sweeper, lama-kelamaan ketahanan fisik nge-drop. Menyadari hal itu, tanpa babibu lagi, kecepatanku aku tambah. Untungnya di belakangku masih ada anggota tim sweeper lain plus tim sweeper ceria yang jalannya super nyantai di belakang tim sweeper. Thanx to you, guys ^^.


Hiking Nyantai

Kami tiba di Alun-alun Surya Kencana saat hujan datang, walau demikian, pemandangan yang ada tetap sangat indah yang membuat para pendaki gunung Gede selalu betah berlama-lama dan ingin kembali lagi suatu hari nanti.



 

 

Setibanya di camping ground, kami segera mendirikan dome. Kira-kira ada delapan dome yang kami dirikan. 2 cewek, 6 cowok.

 Kampung KORSAPALA di Alun-Alun Surya Kencana

 

Di Surya Kencana, telah didirikan dua buah toilet darurat yang dapat digunakan para pendaki. Selain itu, ada fasilitas tambahan baru di sana: Tempat wudhu/pancuran untuk mengambil air. Sayangnya, waktu pendakian kemarin airnya tidak dapat mengalir.


Namun, kita tidak perlu khawatir. Sura Kencana adalah salah satu surga dunia para pendaki. Ada sungai kecil yang mengalir di sana yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan harian pendaki.


Malam itu hujan turun tanpa henti hingga pagi hari. Sehingga tidak banyak aktivitas yang kami lakukan malam itu. Hampir semua peserta menghabiskan malam itu dengan memasak, membenahi dome, ngerumpi, ngegosip, menyanyi, dll. Dome-ku sendiri tidak kalah ramai. Terdiri dari empat orang: aku, wipy, boger, dan Ali. Kami mengawali aktivitas malam itu dengan memasak nasi sarden-tempe rebus hasil cipta karya anak bangsa, (wkkkkk...) dilanjutkan tidur cepat, dan akhirnya terbangun gara-gara ada suara gadis-gadis "menjerit" meminta pertolongan di luar tenda. Ketika bangun, kami se-dome mengira hari sudah pagi, ternyata jarum jam baru menunjukkan pukul 09.00 atau 10.00 (lupa persisnya), ternyata mereka butuh tambahan sleeping bag. Akhirnya, kami "menyedekahkan" satu buah sleeping bag untuk mereka gunakan. 

Karena bingung mau ngapain lagi, akhirnya kami masak lagi, dilanjutin ngerumpi, dilanjutin nyanyi. Setelah bosan, kami tidur lagi. Berhubung satu buah sleeping bag telah kami sedekahkan, yang tersisa adalah dua buah sleeping bag untuk berempat. Namun, karena salah satu penghuni dome terkena hipotermia dan sempat muntah (g enak nyebut merk...hahahahaha...:P..) maka kami biarkan dia memakai sleeping bag-nya sendirian (kalo g kami tendang keluar dome...upppssss... ^^v). Jadilah satu sleeping bag buat bertiga...hadeeehhhh....dingin cuy.....mana pintu dome terbuka dikit pula. Jadilah malam itu terjadi adegan perebutan "piala" sleeping bag tanpa disadari. Tarik sana tarik sini tiada henti sepanjang malam..hahahahaha....apes banget dah....hahahahaha....

1 Mei 2011


Pagi harinya, kami memfasilitasi peserta yang ingin muncak cepat. Rencananya sih pengen dapat sunrise, tapi apa daya tangan tak sampai. Tapi tak apalah, kami bisa menikmati puncak gunung Gede tanpa dihalangi kabut. Ada satu hal baru di sana: sekarang puncak Gede memiliki danau, hijau kebiruan warnanya, makin indah aja pemandangannya.

 Hasil jepretan Dian dengan DSLR-nya

Danau yang baru terbentuk di kawah gunung Gede

Peserta yang muncak pagi itu tidak banyak hanya beberapa, ini dia:
PUNCAAAAAAKKKKKKKK........!!!!

                                                Penanda Ketinggian Puncak Gede

 kika: arif, wipy, dian, ali, diro, tya, sofi, (siapa tuh?? lupa :P), siti, aku, rizal
photografer: adi

Rencananya, sambil menikmati pemandangan, kami juga mau membuat minuman hangat di puncak Gede. Semua perlengkapan dan bahan sudah dibawa, tapi ada satu yang lupa: KOMPOR.....haadeeehhhh......tapedeh...gatot dah.....

Setelah puas menikmati puncak, kami pun turun kembali ke camping ground. Di sana, kami sarapan, packing untuk muncak, dan tak lupa foto-foto..hehehehe....





Tim Sweeper
kika: dolok, wipy, damar, febri (pegang kayu), aku (telentang), ali, john, dian

Sebelum muncak, kami sempat membuat foto bareng bersama seluruh peserta hiking:



Sesampainya di puncak, kabut tebal datang ditambah lagi hujan deras tiba-tiba turun yang membuat peserta yang tidak ikut muncak pagi hari agak menyesal karena tidak dapat menikmati keindahan puncak Gede.

Kira-kira pukul 11.00 @ Puncak Gede
Dan, akhirnya, acara utama pun dilaksanakan: UPACARA PENDIRIAN KORSAPALA. 

Walau hujan terus mengguyur, hawa dingin menusuk, upacara tetap dilaksanakan (wweeeiiissss....dedikasi tinggi....hahaha...). Setelah menunjuk beberapa peserta untuk menjadi petugas upacara, akhirnya upacara pun dilaksanakan.

Petugas Upacara:
Inpektur Upacara    : Sulung Setyo Amboro
Pemimpin Upacara  : Abdullah Lathif E. Habiby
Protokol                  : Sofia
Pembaca Doa          : Wirawan Purwa Yuwana
Pembawa Bendera   : Wisnu
Superman                 :  Rahardian Ludhiro

Si Dhiro saya sebut superman karena waktu merangkap banyak tugas, mulai dari pembacaan janji, pancasila, dll. Hal ini terpaksa dilakukan karena hujan deras terus mengguyur sehingga upacara harus dilaksanakan dalam tempo sesingkat-singkatnya.


Penyematan "Slayer Mini KORSAPALA" di tangan salah satu peserta hiking


Setelah upacara, acara selanjutnya adalah pemilihan ketua pertama KORSAPALA, tanpa tedeng aling-aling kami langsung menunjuk peserta tertua di sana sebagai ketua, wipy. Sebenarnya sih ada yang lebih tua, namun beliau lebih suka menjadi pembina.

Pukul 12.00 dan hujan belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti ketika kami melanjutkan perjalanan. Kami turun melalui jalur Cibodas. 




 
Aksi lebay dolok saat menuruni tanjakan setan..wkkkk....

Ada satu kejadian menarik di sini, saat itu aku ditunjuk jadi tim advance sekaligus menyiapkan minuman buat peserta di Kandang Badak, jadi aku jalan bersama kawan-kawan di barisan depan. Tak dinyana ada satu peserta cewek lenyap, sebagai Korlak yang bertanggung jawab (cielaaa.....), aku pun mengajak salah seorang junior (ali) untuk mengejar peserta tersebut, sementara peserta lain beristirahat terlebih dahulu di Kandang Badak. Kami perkirakan dia ada di depan kami, karena jalur naik turun Cibodas hanya satu. Kira-kira satu jaman melakukan "pengejaran", akhirnya peserta tadi bisa kami temukan. Lokasi "penemuan" adalah "air panas"

Enda, si gadis ilang ^^v

Setelah berhasil menemukan peserta tersebut, perjalanan kami lanjutkan bertiga. Kami tiba di Pos Panyancangan kira-kira pukul 17.00. Karena jarak kami dengan peserta lainnya cukup jauh, kami menyempatkan diri mampir di air terjun Cibereum. Setelah puas menikmati pemandangan di sana dan hari juga mulai gelap, kami pun segera melanjutkan perjalanan. Sesampainya di pos jaga Cibodas, kami bertemu dengan tiga peserta lain. Komposisinya sama: dua cowok dan satu cewek. Kami berenam pun segera turun ke basecamp yang ada di sekitar terminal/parkiran Cibodas sambil menunggu peserta lainnya. Kira-kira pukul 21.00 semua peserta telah berhasil turun hingga ke basecamp. Setelah bersih-bersih, makan malam, dan beristirahat sejenak kami pun kembali ke Jakarta.

Pulang

6 komentar:

  1. iks...Gunung gede, selalu terlihat berdiri gagah dari tempatku sekarang (sukabumi)..ingin rasanya menikmati keindahannya...
    semoga bisa kesampaian....

    BalasHapus
  2. gunung gede mantap gan......rugi klo g ke sana....sekalian touring gede-pangrango klo bisa...yang paaling mantap dari kedua gunung itu: Alun-alun Surya Kencana dan Mandalawangi

    BalasHapus
  3. waw kereeennnn...mantap ..lanjutkan..^^

    BalasHapus
  4. numpang nanya dong. ada kontak person untuk penyewaaan truk tentaranya ga? makasih

    BalasHapus
  5. ada...klo mau PM aja y...takut disalahgunakan :)

    BalasHapus
  6. wow..kereen, boleh donk gabung...

    BalasHapus